MANADO , BAS -Wakil Walikota Manado, dr.Richard Sualang menyatakan, Pemerintah Kota Manado sangat peduli dan berkomitmen kuat atas terpenuhinya hak-hak anak disegala aspek kehidupan.
Penegasan ini disampaikan Sualang saat menghadiri kegiatan secara daring dan luring verifikasi lapangan hybrid Evaluasi Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Kota Manado, yang diikuti oleh berbagai pemangku stake holder, Senin (16/06/2025), di Ruang Tolu Pemkot Manado.

“Bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan tanggung jawab yang terus kami jaga dan tingkatkan.
Predikat kota layak anak bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan tanggung jawab yang terus kami jaga dan tingkatkan. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, dan verifikasi ini kami sambut sebagai kesempatan untuk semakin menyempurnakan kebijakan dan program perlindungan anak di Kota Manado,” tegas Sualang
Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, yang diwakili oleh Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I, Devi Nia Pradika dalam sambutannya menjelaskan pentingnya verifikasi lapangan dalam proses evaluasi KLA, yang merupakan bagian dari sistem pembangunan nasional berbasis hak anak.
“Kota Layak Anak bukan hanya target administratif, melainkan bagian dari pemenuhan konvensi hak anak yang telah diratifikasi Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990,” jelasnya.
Devi menambahkan bahwa kota/kabupaten layak anak harus memenuhi 24 indikator dalam 5 klaster utama, meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan serta perlindungan khusus. Ia juga mengingatkan bahwa semua pihak harus turut berperan serta dalam proses ini, termasuk perangkat daerah, dunia usaha, masyarakat, media, dan anak-anak itu sendiri.
Sekretaris DP3A Daerah Provinsi Sulut, Everdin Kalesaran, menyampaikan apresiasinya atas kinerja Pemerintah Kota Manado yang telah mencapai skor verifikasi administrasi sebesar 858,36.
“Komitmen Kota Manado untuk menjadi Kota Layak Anak sangat terlihat dari sinergitas yang dibangun lintas sektor. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media untuk mewujudkan ekosistem yang ramah anak,” katanya.
Ia juga menguraikan proses evaluasi yang telah dilalui, mulai dari input data evaluasi mandiri, verifikasi administrasi hingga tahapan verifikasi lapangan yang dilaksanakan hari ini oleh tim dari Kementerian PPPA RI bersama KPAI.
Wawali dr. Richard Sualang pun secara resmi membuka kegiatan verifikasi lapangan hybrid Evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2025, dengan harapan Kota Manado dapat kembali meraih predikat Kota Layak Anak sebagaimana capaian pada tahun sebelumnya.
“Dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, kami menyatakan pembukaan kegiatan verifikasi lapangan ini. Semoga Kota Manado semakin layak dan ramah bagi seluruh anak-anak kita,” tutup Wakil Wali Kota.
Hadir pula Asisten 1 Julises Oehlers, jajaran OPD terkait, serta forum anak Kota Manado. (***)
antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media untuk mewujudkan ekosistem yang ramah anak,” katanya.
Ia juga menguraikan proses evaluasi yang telah dilalui, mulai dari input data evaluasi mandiri, verifikasi administrasi hingga tahapan verifikasi lapangan yang dilaksanakan hari ini oleh tim dari Kementerian PPPA RI bersama KPAI.
Sebagai penutup, dr. Richard Sualang secara resmi membuka kegiatan verifikasi lapangan hybrid Evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2025, dengan harapan Kota Manado dapat kembali meraih predikat Kota Layak Anak sebagaimana capaian pada tahun sebelumnya.
“Dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, kami menyatakan pembukaan kegiatan verifikasi lapangan ini. Semoga Kota Manado semakin layak dan ramah bagi seluruh anak-anak kita,” tutup Wakil Wali Kota.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Toar Lumimuut, Kantor Wali Kota Manado Senin 16 Juni 2025. (***)












