MANADO, BAS – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya, melakukan kunjungan kerja di Kota Manado. Ia disambut Walikota Andrei Angouw, Wakil Walikota Richard Sualang dan Sekda Steaven Dandel bersama sejumlah kepala SKPD di Kantor Walikota Manado, Selasa (21/09/25) malam.
Wamendagri Bima Arya didampingi Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang, langsung melakukan pantauan aktifitas Siskamling dengan mengunjungi sejumlah Pos Kamling di Kelurahan Komo Luar. Mereka berjalan kaki dan mendatangi Poskamling yang ada lingkungan 1,2,dan 3 di kelurahan Komo.Luar. Wamendagri langsung mengadakan dialog dengan warga yang sedang melakukan aktifitas menjaga pos ronda malam.

Kepada awak media, Wamendagri Bima Arya menyatakan sangat mengapresiasi Kota Manado, karena pada saat demonstrasi yang melanda disejumlah kota di Indonesia, Kota Manado dalam keadaan aman terkendali.
” ini karena komunikasi dan mitigasi dari Forkopimda sangat bagus,” kata Wamendagri.
Selain itu, lanjut Wamendagri, yang kedua, adalah komunikasi lewat sistem Call Center 112 yang bisa menampung banyak aduan. ” Bisa aduan tentang bencana alam, banjir, potensi tawuran, dan kenakalan. Semua warga, saat kami mendatangi di tiga titik Poskamling, kelihatan sudah terbiasa menggunakan sistem 112 (Call center). Dan saat saya cek di Comand Centernya, sangat aktif sistemnya,” sebut Politisi PAN ini.
Wamendagri langsung memberikan apresiasi terkait penggunaan sistem Call Center 112, sangat bagus sekali. ” Pak Walikota tinggal mengintegrasikan sistemnya, karena sistem SOP hanya 10 menit langsung hadir petugasnya, ” tutur Wamendagri.
Bima Arya juga menyatakan, bahwa ini perintah langsung Presiden Prabowo kepada seluruh kepala daerah untuk mengaktifikasi Siskamling.
Terkait sistem Call Center 112, Wamendagri menyatakan sangat bisa diterapkan diseluruh daerah, karena arahan Mendagri Tito Karnavian, untuk mendorong emergency sistem satu atap dibangun disemua daerah. “Untuk Manado sudah ada 112, modalnya sudah luar biasa. tinggal diperbanyak CCTV, jaringannya, dan kecepatanya,” terang Wamendagri. (dfy)










