MINSEL, BAS – Menindaklanjuti keluhan warga terkait pelayanan IGD yang sempat kosong pada tengah malam, Direktur Utama (Dirut) RSUD Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dr Limbert Lepa bergerak cepat.
Dirut RSUD Minsel bersama jajaran pada Kamis (24/09/26) siang, mendatangi langsung keluarga pasien di ruang perawatan RS Kalooran untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
“Kami atas nama manajemen RSUD Minsel menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarga. Kejadian ini menjadi evaluasi besar bagi kami,” kata Dirut RSUD Minsel.

Dirut menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal dan memanggil petugas jaga IGD yang bertugas pada malam kejadian.
“Setelah kami periksa, memang ada kelalaian dari petugas jaga. Saat itu petugas tidak berada di tempat jaga. Atas kelalaian tersebut, kami telah memberikan sanksi tegas berupa Surat Peringatan (SP) kepada pegawai yang bersangkutan sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku,” tegas Dirut Lepa.
Ia menambahkan, sanksi tersebut bukan hanya hukuman, tapi sebagai bentuk komitmen RSUD Minsel untuk meningkatkan kedisiplinan dan memastikan pelayanan IGD tetap siaga 24 jam tanpa putus.
“Kami sudah melakukan briefing ulang kepada seluruh petugas IGD, perawat, dan dokter jaga. Kami pastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Kami juga akan memperketat pengawasan dan memasang CCTV di area IGD yang terhubung langsung ke ruangan direktur,” tambahnya.
Keluarga pasien pun menyambut baik itikad baik dari pihak RSUD Minsel dan mengapresiasi langkah cepat manajemen yang mau bertanggung jawab.
“Terima kasih kepada Bapak Dirut yang sudah datang dan minta maaf. Kami sudah memaafkan. Harapan kami pelayanan RSUD Minsel ke depan bisa lebih baik lagi agar tidak ada warga lain yang mengalami hal serupa,” ujar keluarga pasien.
Dengan adanya tindak lanjut ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Minsel sebagai rumah sakit rujukan utama di Minsel kembali pulih. (dfy)









