MANADO , BAS – Pemerintah Kota Manado menggelar kegiatan Registrasi dan Digitalisasi Bantuan Sosial bagi warga Kecamatan Tikala pada hari selasa, 07/07/2026. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Pemkot Manado dan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta pihak Kecamatan Tikala, kelurahan dan kepala lingkungan.
Camat Tikala Sandry Rofi Mozes, saat dihubungi media ini menjelaskan, bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui dan memasukkan data penerima bantuan sosial ke dalam sistem digital milik Pemerintah Kota Manado. Dengan sistem digital, penyaluran bantuan diharapkan lebih cepat, tepat sasaran, dan transparan.
” Saat ini, warga di kecamatan Tikala yang tercatat sebagai penerima, sebanyak 1500 orang, dan yang mendaftar sementara sekitar 900 ratus orang,” sebut Moses.

Terkait syaratnya, Mozes menyatakan, warga harus memiliki ponsel android, agar bisa didaftarkan oleh petugas. ” namun bila ada warga yang tidak memiliki Hp android, nanti akan memakai HP android dari petugas/agen untuk didaftarkan,” jelasnya.
Dia juga memastikan, saat ini kepala lingkungan terus gencar mensosialisasikan kepada warga tentang cara pendaftaran program Perlindungan Sosial ini. ” Saya mengajak seluruh warga kecamatan Tikala untuk memanfaatkan kegiatan ini, agar nama mereka bisa terdaftar di program tersebut,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Manado Noviyanti Mongkau, menyatakan, saat ini Pemkot Manado memastikan data warga penerima bansos harus akurat. Melalui digitalisasi ini, tidak ada lagi data ganda dan warga yang berhak tidak akan terlewat,” tegas Mongkau disela-sela kegiatan registrasi tersebut.
Terpantau di lokasi, Petugas dari Dinas Sosial, Dinas Kominfo dan Diadukcapil Kota Manado membantu warga melakukan registrasi langsung. Warga diminta membawa KTP, KK, dan dokumen pendukung lainnya.
Pemkot Manado menargetkan kegiatan serupa akan digelar di seluruh kecamatan agar seluruh data bantuan sosial di Kota Manado terintegrasi secara digital pada 2027. (dfy)











