Membanggakan, Pemerintah Pusat Tetapkan Kota Manado sebagai Kota Kreatif Indonesia Tahun 2025

JAKARTA , BAS  — Kepemimpinan Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang, kembali mendapat pengakuan dari Pemerintah pusat, dimana Kota Manado resmi ditetapkan sebagai salah satu Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia Tahun 2025  oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Penetapan tersebut dilaksanakan dalam agenda “Penetapan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia 2025” yang berlangsung di Jakarta dan diterima secara resmi oleh Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang.

Penetapan ini merupakan hasil dari rangkaian proses seleksi dan penilaian yang ketat, mulai dari penilaian borang dan video pada bulan November 2025 hingga penilaian akhir serta rapat pleno penetapan hasil seleksi Tahap II oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Kota Manado dinyatakan lolos dan layak memperoleh status Kota Kreatif Indonesia Tahun 2025 berdasarkan kekuatan dan kesiapan ekosistem ekonomi kreatif yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Manado dan seluruh masyarakat atas keberhasilan meraih status Kota Kreatif Indonesia Tahun 2025. Menteri Ekraf menilai Kota Manado memiliki potensi besar serta komitmen kuat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor, serta diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Pada agenda yang sama, Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, mempresentasikan perkembangan dan potensi ekosistem ekonomi kreatif Kota Manado di hadapan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif.

Presentasi tersebut menyoroti sinergi pemerintah daerah dengan pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dunia usaha, serta pemanfaatan potensi budaya dan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi kreatif daerah.

“Kota Manado memiliki potensi ekonomi kreatif unggulan, antara lain pada subsektor kuliner, fashion, seni pertunjukan, dan musik,” kata Sualang.

Ia juga menyampaikan sektor-sektor yang dinilai yakni, berdasarkan hasil Uji Petik Kota Kreatif, subsektor musik ditetapkan sebagai subsektor unggulan Kota Manado karena didukung oleh ekosistem yang kuat dan berakar pada budaya lokal, khususnya tradisi paduan suara, penggunaan alat musik tradisional, serta perkembangan musik modern yang terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dan komunitas kreatif.

“Pemerintah Kota Manado menyambut baik penetapan ini sebagai bentuk pengakuan nasional atas komitmen dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Sualang.
Terkait Status Kota Kreatif Indonesia, Sualang mengharapkan dapat memperkuat daya saing daerah, mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Manado.

“Ke depan, Pemerintah Kota Manado berkomitmen untuk terus memperkuat pengembangan subsektor ekonomi kreatif unggulan, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah,” Jelas Sualang.

Dalam kegiatan ini, Wawali RS turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Esther Mamangkey,

Penghargaan ini merupakan hadiah Special untuk Kota Manado, karena pertama kalinya, Kota Manado terpilih dan ditetapkan Kementrian Ekonomi Kreatif sebagai Kota Kreatif Indonesia Tahun 2025.   (BAS) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *