MANADO , BAS – Keberadaan Bus Trans Manado (BTS) yang dipolemikkan sopir-sopir angkot mikrolet, bahkan sampai berujung pada penghadangan saat operasionalnya, langsung ditanggapi
oleh Pemerintah Kota Manado.
Lewat Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menyampaikan kepada para pengemudi (sopir) angkutan kota (angkot) mikrolet, agar tidak berkecil hati dan tidak memandang Bus Trans Manado sebagai pesaing. “masyarakat Manado sudah sangat terbiasa dengan mikrolet, sehingga keberadaan bus tidak serta-merta menggeser moda transportasi mikrolet,” ucap Sualang.
“Masyarakat kita sudah puluhan tahun terbiasa dengan mikrolet. Jadi tidak perlu merasa Bus Trans itu sebagai saingan. Ini saatnya kita berbenah secara bersama-sama,” jelasnya lagi.
Menurutnya, kehadiran Bus Trans Manado (BTS) tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran mikrolet yang selama puluhan tahun telah menjadi moda transportasi utama masyarakat Kota Manado.
“Pemerintah Kota Manado tidak pernah melarang operasional mikrolet dan tetap memberikan ruang yang adil bagi seluruh moda transportasi. Pengguna mikrolet silahkan menggunakan mikrolet, yang menggunakan bus juga silahkan. Kami tidak melarang. Kehadiran Bus Trans Manado hanya sebagai pelengkap moda transportasi di Kota Manado,” kata Sualang.
Ia meminta sopir mikrolet untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas kendaraan sebagai bagian dari upaya perbaikan layanan transportasi publik. Ia menilai, peningkatan kenyamanan akan memberikan nilai tambah bagi mikrolet di tengah hadirnya alternatif transportasi lain.
Terkait kekhawatiran para sopir mikrolet terhadap potensi hilangnya mata pencaharian, Sualang menyampaikan, Pemkot tidak menginginkan satu pun kelompok transportasi merasa dirugikan.
“Kami tidak ingin mereka merasa kehilangan pekerjaan dengan hadirnya Bus Trans Manado. Himbauan kami, kawan – kawan sopir mikrolet jangan merasa terganggu dengan kehadiran bus ini,” ujarnya.
Sualang mengungkap BTS ini adalah program dari pemerintah pusat lewat kementeriaan Perhubungan RI dalam rangka menyokong pengembangan transportasi publik di Manado. Dari sejumlah daerah di Sulawesi Utara, Kota Manado dinilai layak menerima bantuan Bus Trans sebagai bagian dari peningkatan layanan transportasi perkotaan.
Sualang juga mengharapkan ruang dialog apabila muncul aspirasi atau penolakan dari kelompok tertentu.
“Jika ada aksi atau penyampaian aspirasi, tentu kami akan mendengar dan mencari solusi terbaik demi kebaikan bersama. Ini menjadi acuan kita bersama dalam membangun kota Manado,” terangnya. (dfy)







