MINSEL , BAS – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Minahasa Selatan disertai angin kencang selama dua hari, sejak jumat (20/03) sampai sabtu (21/03/), yang mengakibatkan beberapa wilayah mengalami kebanjiran dan tanah longsor, terus mendapat perhatian ekstra dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yakni Bupati Franky Donny Wongkar dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu bersama jajarannya.
Bupati Franky D Wongkar menjelaskan, saat ini langkah Penanganan bencana oleh Pemkab Minsel akibat cuaca ektrim, berupa himbauan/sosialisasi terus menerus dengan surat edaran bupati, serta himbauan melalui media sosial untuk waspada bencana cuaca hujan ekstrim.
Bupati FDW menyatakan, saat ini Pemkab Minsel telah membentuk Tim Penanganan dan Penanggulangan Bencana dimana semua Perangkat Daerah, Kecamatan, Kelurahan dan Desa terlibat aktif sesuai dengan wilayah pembagian kerja masing-masing.
” -Pemkab Minsel segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait antara lain pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, Polri dan TNI terkait situasi dan kondisi wilayah terutama pada titik-titik bencana.
– Pemkab Minsel juga telah melaksanakan rapat kooordinasi secara virtual dengan melibatkan semua Kepala Perangkat Daerah dan Camat yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati,” ungkap Bupati FDW, sabtu (21/03/25).
Selanjutnya, kata Bupati, setelah Pemerintah melakukan Rapat koordinasi secara virtual l, dilanjutkan dengan Rapat koordinasi secara luring, yang dipimpin oleh Bupati Minahasa Selatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda dan Kepala Prangkat Daerah serta Kepala bagian terkait.
Lebih jauh Bupati menjelaskan, Pemkab Minsel telah melakukan peninjauan di titik-titik bencana bersama perangkat daerah terkait yakni, BPBD, PUTR, dan Perangkat daerah lainnya yang terkait.
“Seluruh Camat, lurah dan Kepala Desa harus proaktif hadir di lokasi bencana, meninjau dan membantu proses penanganan serta terus melaporkan perkembangan penanganan bencana maupun jika ada bencana baru lainnya,” tegas Bupati FDW.
Terkait Situasi dan Kondisi saat ini, Bupati Franki Wongkar mengatakan, ada beberapa titik bencana sudah dapat ditangani dengan kerja bakti oleh masyarakat, dengan melibatkan unsur Polri dan TNI
“Pada beberapa titik bencana yang sementara ditangani dan karena tingkat kesulitan penanganan sehingga memerlukan alat berat, terkait itu Pemkab Minsel telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat melalui Balai jalan dan sementara menunggu bantuan alat berat lainnya,” terang Bupati yang dipilih masyarakat Minsel ini.
Bupati juga menambahkan, saat ini Penanganganan pada beberapa titik longsor terkendala cuaca, dimana kondisi tanah belum stabil sehingga dikhawatirkan dapat berakibat longsoran baru, sehingga pembersihan material belum dapat terlaksana. (***)










