MANADO , BAS – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf melakukan kunjungan kerja di Kota Manado. Mensos disambut Walikota Andrei Angouw di Sentra Tumou Tou Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementrerian Sosial R.I di Paal IV Manado, Kamis (11/06/26).
Kehadiran Mentri Sosial, Deputi dan Staf Ahli Menteri di Daerah ini dalam rangka menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa di SRMP 21 Manado. Hadir dalam kegiatan ini Kadis Sosial Probinsi Sulut mewakili Gubernur, Forkopimda Sulut, Sekot Manado dr. Steaven Dandel M.Ph, Kadis Sosial Manado Rollies Rondonuwu, pejabat kementerian, para Guru SRMP 21 Manado dan undangan lainnya.

Di Lokasi Menteri dan rombongan juga melihat kondisi dan situasi
Lingkungan Belajar, Fasilitas Pendidikan dan Keadaan Siswa Sekolah Rakyat. Acara ini diisi berbagai atraksi mulai dari kabasaran, wushu, pidato bahasa Inggris dan bahasa Arab serta vocal group dan baca puisi oleh siswa-siswi Sekokah Rakyat SRMP 21 Manado.
Juga dilakukan Demonstrasi pembelajaran oleh seorang guru dengan menggunakan Bahasa Inggris tentang “aplikasi penerjemah bahasa sederhana” yang menggunakan papan digital sementara siswanya menggunakan labtop.
Mensos dalam arahannya mengatakan, bahwa “saya diberi tugas oleh Presiden untuk membatu keluarga-keluarga yang tidak mampu. Kalau anak-anaknya belum berhasil harus membuat anak-anaknya menjadi berhasil dan sukses dll. Ini persembahan bapak Presiden untuk keluarga yang tidak mampu. Program ini harus dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan. Anak usia sekolah yang tidak sekolah, putus sekolah da lain-lain kita jujur bahwa masih ada keluarga-keluarga yang belum sejahtera,” sebut Mensos.

Menurutnya, dihadirkan sekolah rakyat yang telah dimulai sejak juli 2025 diseluruh Indonesia dan salah satunya ada di Kota Manado ini. Gedung ini adalah gedung sementara dan nantinya akan dibangun dikabupaten Minahasa untu Sekolah Rakyat SMP dan SMA. Ini adalah sumbangan Bpk Presiden untuk masyarakat atau anak-anak yang tidak mampu. Sekokah rakyat tidak membuka pendaftaran tapi yang ada melakukan penjangkauan lewat petugas Kemensos dan Pemda yakni mereka yanga ada di data tunggal semi nasional DATASEN.
Dalam proses ini tidak boleh ada titipan atau sogok menyogok sebab yang sekolah disini adalah mereka yang memiliki kriteria terutama mereka yang tidak mampu. Tidak ada tes akademik yang pasti adalah yang terjangkau. Ada yang tidak bisa membaca dan akhirnya dibimbing dan bisa membaca.
Dalam sambutan Mensos juga berdialog dan membimbing siswa dalam rangka pengembangan kreatifitas murid seperti mengkomando siswa terhadap yel-yel siswa sekolah rakyat. Menteri juga ikut mencek dan mengevaluasi proses belajar di Sekolah Rakyat ini.
Soal kedepannya Mensos mengatakan bahwa Presiden menyiapkan pembungunan Sekolah Rakyat di setiap Kota Kabupaten dan Provinsi. Sekarang di Minahasa sudah terpenuhi untuk jenjang SMP dan SMA tinggal SD yang sementara disiapkan.
Mensos selanjutnya menjelaskan secara rinci tentang proses memasuki Sekolah Rakyat yakni;
• Pemeriksaan kesehatan,
• Talent mapping,
• Kompetensi dasar akademik,
• Penguatan kedisiplinan,
• Tinggal diasrama,
• Mendalat seragam sekolah,- Makakan 3 kali sehari dan snack 2 kali sehari
• Perlengkapan Sekolah
• Dukungan Pembelajaran Digital.
Dalam konsep dialogis yang sangat menarik seorang siswa diminta oleh Mensos untuk menyanyi lagu Gereja. Siswa yang awalnya tidak bisa membaca dites Mensos untuk membaca. Tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat yakni
1. Perundungan
(Bullying)
2. Kekesaran fisik dan seksual, dan
3. Intorelansi dan radikalisme
Mensos selanjutnya mencek beberapa profil calon siswa sekolah Rakyat terutama datanya untuk dicek keberadaan keluarga, orangtua, kakak adik, kondisi rumah dll.
Walikota ketika diberi kesempatan oleh Mensos untuk menyampaikan sesuatu ikut berterima kasih kepada Presiden dan menteri yang sudah menyiapkan Sekolah Rakyat tingkat SMP di Manado.
Walikota mengambil kata-kata Bill Gates soal kemalasan yang membuat kita miskin. Presiden dan Menteri serta pemerintah sudah membuat program yang bagus untuk dapat dimaksimalkan secara bersama. Kita harus bersaing dengan bangsa lain didunia dan bagaimana kita menciptakan orang -orang yang pinter untuk menggapai kesejahteraan. Bagi wali kota kesempatan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan kita bersama.
Terakhir Mensos menjelaskan kenapa sekolah rakyat berada di Kementerian Sosial. Acara diakhiri dengan statemen penutup mensos demi Indonesia makin maju dan sejahtera sambil menyanyi lagu padamu negeri. Seorang siswa menyanyi lagu Laskar Pelagi diakhir acara setelah kata penutup Mensos. (BAS)














