Pemprov Sulut Gencar Laksanakan Program Pengembangan Kompetensi SDM Ekonomi Kreatif

MANADO, BAS -Presiden RI Prabowo Subianto mendorong terus program pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) agar bisa  menggerakan perputaran roda ekonomi di daerah. diketahui Ekraf adalah sektor ekonomi yang mengandalkan ide, kreativitas, dan inovasi sebagai nilai utama dalam menghasilkan produk atau jasa. Sektor Bisnis Ekraf di Indonesia meliputi : Kuliner, Fashion,  Aplikasi dan Game Developer, Desain Komunikasi Visual & Produk, Film, Animasi & Video, Musik, Kerajinan (Craft), Arsitektur dan Interior, Seni Pertunjukan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyambut baik program tersebut dengan mengadakan dan menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Ekraf, Jumat (09 Mei 25) lalu. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Sulut.

Tampil sebagai Narasumber, Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata, DR. Drevy D. Malalantang, Kepala Dinas Pariwisata Daerah, Dr. Devi Tanos, MARS dan Keny Pinangkaan, ST . 

Dr. Drevy Malalantang membawakan materi bertajuk “Perencanaan Bisnis Ekonomi Kreatif”, Yang dalam presentasinya, ia menekankan bahwa sektor ekonomi kreatif kini menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, budaya, dan kreativitas. Lebih lanjut tentang  perencanaan bisnis adalah pondasi penting bagi pelaku usaha kreatif untuk bisa bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar.
“Ekraf bukan sekadar ide, tapi bagaimana ide tersebut dikembangkan secara terstruktur dan berkelanjutan. Di sinilah pentingnya menyusun business plan, yang merinci tujuan, strategi, dan langkah nyata dalam mengelola usaha,” sebut Malalantang.

Dia juga menyampaikan  tren utama ekonomi kreatif 2025, seperti penguatan produk lokal sebagai simbol kemewahan (Local is the New Luxury), pengalaman kuliner berbasis budaya, dan pergeseran industri mode menuju keberlanjutan lingkungan. ‘Hal ini merupakan penjabaran dan Implementasi Visi Misi Gubernur Sulawesi Utara Yang menekankan pada kearifan lokal serta Keberlajutan,” ujar Dirut STIPAR Manado ini.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami berbagai elemen penting dalam penyusunan perencanaan bisnis, seperti analisis pasar, strategi pemasaran dan penjualan, struktur organisasi, rencana operasional, hingga strategi mitigasi risiko. Pendekatan try and error yang umum di kalangan pelaku UMKM juga dibahas,  dengan dorongan agar pelaku usaha mulai bertransformasi ke model bisnis yang lebih terukur dan strategis, sehingga Bisnis Ekraf bisa Level Up.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM Pariwisata dan Ekraf di Sulawesi Utara, agar mampu bersaing secara Nasional maupun Global. Pemerintah berharap inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Sulut.  (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *