Bupati FDW Hadiri Munas Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) II 2026 di Manado

MINSEL , BAS  – Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, menghadiri Musyawarah Nasional (MUNAS) Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) II 2026. kegiatan ini dilaksanakan di Courtyard Manado Jl. A.A. Maramis, Kayuwatu, Kairagi Dua, Kec. Mapanget, Rabu, (7/10/2026).
Diketahui, Kabupaten Minahasa Selatan, sebagai salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Provinsi Sulut. Dengan luas lahan perkebunan kelapa yang sangat besar.

Kegiatan Munas KOPEK ini akan dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, pada besok hari di Courtyard Manado Jl. A.A. Maramis, Kayuwatu, Kairagi Dua, Kec. Mapanget, Kamis, (8/10/2026).

Sementara itu, Ketua KOPEK, Nelson Pomalingo menyampaikan Sulawesi Utara adalah target untuk melakukan hilirisasi, karena lahannya sangat luas dan sangat berpotensi untuk tanaman kelapa.

Keberadaan KOPEK juga diharapkan bisa memperkuat peran kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta kelembagaan ekonomi petani melalui pelatihan, akses pembiayaan, kemitraan dengan sektor swasta, dan dukungan regulasi.

“Saat ini kami masih menjalankan organisasi karena pengurus baru belum terbentuk. Kiranya dengan munas ini diharapkan Ketua yang akan terpilih nanti harus bupati aktif sesuai AD/ART untuk menggerakan organisasi dan memajukan kelapa di masing-masing kabupaten sebagai penggerak ekonomi daerah,” jelas Pomalingo.

Melalui kebijakan hilirisasi ini, Kementerian Pertanian optimistis pengembangan kawasan kelapa mampu meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan nasional yang berdaya saing global.

“Kami mengharapkan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan pada Munas untuk memberi arahan pada bupati-bupati sentra produksi kelapa, yang ekonomi masyarakatnya tergantung pada kelapa,” ujar Nelson Pomalingo,

Perlu diketahui, KOPEK yang didirikan pada 27 November 2017 beranggotakan kabupaten penghasil kelapa yang memiliki luas minimal sebesar 2.500 ha, dan saat ini sudah 200 lebih kabupaten yang sudah diprogramkan.

Dan rencananya tahun 2027, pengembangan kawasan kelapa berbasis hilirisasi bisa dikembangkan lagi seluas 64.275 hektare.

Hadir juga dalam kegiatan ini, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, Perwakilan dari Gorontalo, utusan kepala daerah dari instansi dinas terkait se-Kabupaten Kota dan kelompok tani serta organisasi yang terkait dengan program KOPEK. (BAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *