MINSEL, BAS – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang terletak di Desa Teep, dikeluhkan warga. Seorang pasien yang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada hari kamis (24/09/26) dini hari disebut tidak mendapatkan pelayanan karena tidak ada satupun petugas yang berjaga.
Keluhan tersebut disampaikan keluarga pasien berinisial ST, warga Desa Tewasen, Kecamatan Amurang Barat, pada kamis (24/09/26) dini hari. Ia membawa keluarganya yang mengalami diare sekitar pukul 01.30 WITA.
“Kami datang ke IGD, pintu terbuka tapi tidak ada petugas. Saya sudah panggil-panggil, ketuk meja perawat, tunggu hampir 20 menit tidak ada yang datang. Pasien saya sudah lemas,” ujar keluarga pasien.
Menurutnya, saking kesal, ia merekam video dan bersuara keras memanggil bantuan. Kejadian tersebut sempat direkam dan videonya beredar di grup Facebook dan WhatsApp warga Minsel.
Karena tidak ada pelayanan di RSUD Minsel, terpaksa pasien langsung dibawa ke RS Kalooran Amurang, dan langsung mendapat pelayanan dan perawatan oleh petugas RS Kalooran.
Warga menyayangkan kejadian tersebut, mengingat RSUD adalah rumah sakit rujukan utama di Minsel yang seharusnya siaga 24 jam.
“Kasihan kalau pasien kritis. Tengah malam itu waktu paling rawan. Masa IGD kosong? Kami minta Bupati dan Kadis Kesehatan evaluasi pelayanan RSUD,” kesal warga lain.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Minsel belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih berupaya menghubungi Direktur RSUD Minsel dan Kepala Dinas Kesehatan Minsel untuk konfirmasi terkait standar jaga IGD dan kebenaran informasi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Minsel melalui Dinas Kesehatan diharapkan segera melakukan evaluasi dan memastikan pelayanan IGD tetap berjalan 24 jam sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) rumah sakit. (dfy)













