Kolaborasi TNI AD dan UNSRAT, Gelar Karya Bakti Skala Besar Bangun Infrastruktur Desa di Kabupaten Talaud

TALAUD , BAS  — Dalam rangka mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan,  TNI AD dan Universitas Sam Ratulangi, menggelar program karya bakti skala besar tahun anggaran 2026.   Pada hari Kamis (23/07/2026), semangat gotong royong memancar kuat di Kabupaten Kepulauan Talaud, prajurit Kodam XIII/Merdeka bersama dosen dan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) bahu-membahu bersama warga setempat dalam serangkaian aksi pembangunan fasilitas umum dan permukiman.

Program pengabdian dan kemanunggalan ini tersebar di beberapa titik strategis untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur desa.

Berpusat di Posko Desa Rainis, tim gabungan TNI AD, akademisi UNSRAT, dan masyarakat bahu-membahu merenovasi rumah warga yang membutuhkan. Aksi ini bertujuan untuk menyediakan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat setempat.

Untuk menjaga kelancaran mobilitas dan aksesibilitas warga, tim karya bakti bergerak cepat membuat jembatan darurat di area Jembatan Taloara. Pembangunan jembatan sementara ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk menyambung akses transportasi warga sebelum proyek jembatan baru permanen mulai dibangun.
Bertempat di sekitar Lapangan Bola Essang, Desa Blude, kebersamaan tampak hangat saat warga dan tim satgas bergotong royong mendirikan bangunan menyerupai rumah panggung. Bangunan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan sosial maupun fasilitas komunal warga desa.

Sementara itu, di wilayah Posko Beo, Desa Bantik Lama, percepatan infrastruktur pemukiman ditunjukkan melalui pemasangan jalan paving. Akses jalan yang rapi dan bebas becek ini diproyeksikan akan mempermudah aktivitas harian serta meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekitar.

Catatan Kemanunggalan:
Rangkaian kegiatan Karya Bakti Skala Besar TA 2026 ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata sinergi antara TNI AD, institusi pendidikan perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengabdi demi kesejahteraan warga di wilayah perbatasan.  (BAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *