MANADO, BAS – Pemerintah Kota Manado melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar kegiatan High Level Meeting dan Capacity Building
TP2DD Kota Manado Tahun 2025, Selasa (25/11/25), di Grand Pury Hotel Manado. Kegiatan ini dalam rangka Penyusunan Peta Jalan Implementasi ETPD Kota Manado tahun 2025-2030.
Mewakili Walikota Manado Andrei Angouw, kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel.
Dalam sambutannya, Sekda Dandel menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia perwakilan Sulut, nara sumber serta Bapenda Manado yang telah mengatur kegiatan ini sehingga boleh terlaksana. Dimana pelaksanaanya minimal 6 kali dalam setahun.

Sekda Dandel juga memberikan apresiasi kepada Bapenda Manado atas kinerjanya yang bisa mencapai target pencapaian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
” Target PAD tahun ini sebesar 472 Miliar. Saat ini telah tercapai 431 Miliar. Itu merupakan PAD yang didapat dari sektor restribusi daerah, tidak dari PAD sektor BLUD,” ungkap Sekda Dandel.
Saat ini Pertumbuhan ekonomi kota Manado 5,74 persen, Nomor 3 di Sulut. Namun kontributor PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) pertama di Sulut adalah Kota Manado sebesar 28 persen, jelas Dandel.
Sekda juga menyinggung terkait indikator kinerja camat, yakni pencapaian target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 50 persen. ” salah satu syarat perjanjian kerja dengan Walikota adalah target pencapaian tagihan PBB yang terdistribusi kepada masyarakat. Sistem ini akan menjadi perbaikan kedepan,” tegas Dandel.

Pada kesempatan itu, mewakili Walikota Angouw, Sekda Dandel membuka kegiatan ini.
Sementara, Kepala Bapenda Manado Jefry Mongdong, menjelaskan tujuan pertemuan ini, adalah untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi pembayaran pajak dan restribusi daerah. Sebagai pembicara, dilibatkan narasumber dari Kementeriaan Dalam Negeri bidang Otonomi Daerah dan Kementeriaan Koordinator Perekonomian.
” Mereka akan menuntun pembuatan Roadmap TPP2D Kota Manado tahun 2025 -2030,” jelas Mongdong.
Terkait kerjasama dengan BRI, Mongdong menjelaskan lagi, kerjasama itu untuk memperluas jangkauan pembayaran pajak dari masyarakat. ” dengan adanya aplikasi Brimo dari BRI, itu akan menambah jangkauan lebih luas dan mempermudah masyarakat membayar pajak lewat aplikasi digital,” ujar Mongdong.
Untuk peserta kegiatan adalah tim TP2DD dari beberapa SKPD dan para Camat, kata Mongdong lagi.
Dalam rangkaian kegiatan, diadakan penandatangan perjanjian kerjasama antara Bapenda Manado dan BRI, serta pembagian sejumlah kartu dari BRI. (dfy)








