MANADO , BAS – Sekretaris Daerah Kota Manado, dr. Steaven Dandel, M.P.H, mengatakan, saat ini pemerintah kota berkomitmen penuh memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Persentase kemiskinan di Manado memang tergolong rendah, tapi secara jumlah absolut masih ada ribuan warga yang hidup dalam kondisi rentan. Itu sebabnya kami terus memperkuat basis data, memantau kondisi lapangan, dan memastikan setiap program bantuan maupun pemberdayaan benar-benar tepat sasaran,” jelas Mantan Kadis Kesehatan Manado ini, rabu (15/10/25).

Menurutnya, Pemkot Manado telah mengintegrasikan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dengan program lintas sektor seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta akses terhadap bantuan sosial dan perumahan layak huni.
“Kami memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem. Selain itu, kami juga menggandeng dunia usaha dan masyarakat agar gerakan ini menjadi tanggung jawab bersama,” tutur Dandel.
Dandel menjelaskan lagi, Data BPS Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Sulut mencapai 6,71 persen, dengan garis kemiskinan sebesar Rp 530.304 per kapita per bulan. Tren positif di Kota Manado turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan ekstrem di tingkat provinsi yang rata-ratanya turun 0,43 persen.
Tujuan utama Pemkot Manado bukan hanya menurunkan angka statistik, tetapi menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Target kita bukan sekadar menekan angka kemiskinan, tapi memastikan setiap keluarga miskin ekstrem benar-benar keluar dari situasi rentan dan memiliki penghidupan yang lebih baik,” papar Dandel.
Diketahui, Pemerintah Kota Manado terus memperkuat langkah nyata dalam menekan angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Manado, jumlah penduduk miskin di Kota Manado pada tahun 2025 tercatat 4,99 persen, atau setara sekitar 21.730 jiwa. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 5,43 persen atau sekitar 23.590 jiwa. Atau turun sebanyak 1800 jiwa. Data ini bersumber dari Data BPS Maret 2025.
Capaian ini menempatkan Manado sebagai salah satu daerah dengan persentase penduduk miskin terendah kedua di Provinsi Sulawesi Utara.
Capaian ini tidak membuat Pemerintah Kota Manado untuk berpuas diri. Dari sisi jumlah absolut, warga miskin ekstrem di Manado masih cukup banyak karena total populasi kota ini merupakan yang terbesar di Sulawesi Utara, untuk itu kerja keras dari seluruh stake holder dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem sangat dibutuhkan perannya. (BAS)









