MANADO, BAS – Pengamat pemerintahan Tery Umboh angkat suara mengenai ketidakhadiran perwakilan pegawai Dinas Perindustriaan dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado pada saat kegiatan Pasar Murah yang berlokasi di Masjid Arsyad Tahwil, Komo Luar Kecamatan Wenang, Jumat (07/03/25) pagi.
Menurut Umboh, kegiatan Pasar Murah, yang menjadi penanggung jawab adalah Disperindag Kota Manado dalam hal ini Kadis Hendrik Warokka dan Perumda Pasar. Namun yang hadir selalu hanya pegawai Perumda Pasar, sedangkan pegawai Disperindag tidak nampak batang hidungnya di lokasi. ” terkesan mereka Disperindag mulai Pandang enteng dengan kegiatan pro rakyat yang digulirkan oleh Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang. Kepala Dinas Hendrik Warokka harus bertanggung jawab atas ketidakmampuan dari anak buahnya,” tegas Umboh.
Kata Umboh, kelalaian ini harus mendapatkan evaluasi dari pemerintah.
“Harus ada evaluasi kepada pimpinan SKPD tersebut, karena bisa menjadi batu sandungan terhadap program dari pemerintah. Tambah lagi ini kan program pro rakyat yang notabenenya menjadi tugas dari SKPD terkait,” beber Umboh.
Dia menegaskan bahwa banyak para pejabat hanya prioritaskan ketika pimpinan hadir.
“Apapun alasannya, pengawasan harus jalan. Jangan nanti Pak Walikota hadir baru Ikut-ikutan,” tegas Umboh.
Lanjutnya lagi, semangat Pemerintah Kota Manado lewat Walikota dan Wakil Walikota dalam hal pelayanan kepada masyarakat melalui program Pasar murah, sangat membantu warga dan masyarakat kota Manado. ” jangan semangat ini, dirusak oleh prilaku anak buahnya (pimpinan SKPD) yang tidak becus dalam bekerja.
Diketahui, program Pasar Murah ini, digagas Pemerintah Kota Manado lewat Disperindag bekerjasama dengan BKSAUA serta Perumda Manado, pada hari jumat (07/03), berlokasi di Masjid Arsyad Tahwil, Komo Luar Kecamatan Wenang, tak satupun perwakilan dari Perindag Manado yang hadir. (dfy)














