MANADO, BAS – Pemerintah Kota Manado lewat Perumda Pasar Manado resmi mengelola destinasi pariwisata MBW II.
Penegasan ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Manado Lucky Senduk. Dia menyatakan, akan menciptakan pengelolaan yang profesional, serta akan menonjolkan sisi pariwisata.
“Ini merupakan lanjutan, seperti MBW I yang dikelola oleh Perumda Pasar, MBW II juga melalui kementrian PUPR menyerahkan ke pemerintah kota, nanti dari pemerintah kota seperti MBW I akan menunjuk Perumda Pasar sebagai pengelola,meskipun asetnya masih di pemerintah kota,” bebernya.
Sejak dibentuknya Perumda Pasar, kata Senduk, jenis dan fungsi menjadi aneka usaha.
“Untuk MBW dua ini, kami ditugaskan untuk lebih menonjolkan aspek pariwisatanya. Mungkin ada yang bertanya, kenapa Pasar menangani pariwisata, perlu digaris bawahi bahwa sejak dijadikan Perumda, jenis usahanya menjadi aneka usaha. Diantaranya, MBW, Manado Bay, Pasir Putih dan Dateng Karangria,” jelas Dirut Senduk, kepada awak media di ruang kerjanya, Jumat (07/03/25).
Lebih jauh dia menjelaskan, MBW II, selang selama dua minggu persiapan akan dibuka untuk umum.
“ dua minggu persiapannya, baik dari tenant-tenant masuk, kita siapkan fasilitas yang ada. Dibuka untuk umum, tapi dikelola secara profesional,” tutupnya.
Diketahui, Walikota Manado menerima pengelolaan Paket pekerjaan penataan Malalayang dan Bunaken tahap 2, serta Pembangunan Reservoir Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAM) Kota Manado di area wedding hall Malalayang Beach Walk 2, pantai Malalayang Manado.
Penataan Kawasan ini dilakukan oleh Balai Prasarana Pemukiman Sulut, Direktorat Jendral Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum yang terdiri atas dua bagian yakni, penataan kawasan Malalayang dan Bunaken Tahap II tahun anggaran 2023-2024 dan pembangunan reservoir sistem penyediaan air minum (SPAM) Kota Manado tahun anggaran 2024.
Ada pun penyerahan proyek ditandai penandatanganan administrasi pengelolaan yang nantinya akan dikelola oleh pemerintah Kota Manado.
(***)














