MANADO , BAS Dinas Kesehatan Kota Manado melalui Unit Puskesmas Sario, menggelar kegiatan Petunjuk Teknis (Juknis) Penemuan Kasus Tuberkulosis (TBC) dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga Kecamatan Sario, di Kelurahan Sario Kota baru (Sakobar), jumat (18/09/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Lantai dasar Gereja GMIM Getsemani Sakobar ini, menyasar masyarakat umum, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan di wilayah tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini kasus TBC di tingkat puskesmas dan kelurahan.

Menurut Kepala Puskesmas Sario, dr Grace Tulangow menjelaskan, kegiatan ini sesuai surat keputusan Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, dengan nomor HK. 0202/C/3992/2026, tentang mengenai penemuan kasus TBC secara aktif menjadi kunci untuk menekan angka penularan. “TBC masih menjadi ancaman. Dengan juknis ini, kami harap nakes dan kader bisa lebih jeli menemukan terduga TBC di lapangan, agar segera ditangani sebelum menular ke keluarga,” ujarnya.
dr Grace juga menjelaskan untuk sasaran skrining adalah, warga yang terkontak erat dengan penderita, angka kontak dan ada riwayat penyakit kronis.
“Kegiatan ini merupakan program langsung kementeriaan Kesehatan RI, dimana setiap daerah ada dijatahkan. Kota Manado ada 167 Loksus dan terbagi keseluruh Pusksesmas di Kota Manado,” sebutnya.
Kegiatan ini akan berlangsung sampai minggu kedua bulan oktober 2026. Selain materi juknis, warga juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis meliputi cek tekanan darah, cek gula darah, dan skrining gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, dan penurunan berat badan.
Dinkes Manado menargetkan kegiatan serupa akan digelar di seluruh kecamatan sebagai upaya mencapai eliminasi TBC.
(dfy)









