MANADO, BAS – Disela kunjungan kerja di Provinsi Sulut, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia RI Mugiyanto Sipin, menyempatkan waktu bertemu dan berdiskusi bersama aktivis senior Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi / LMND dan Partai Rakyat Demokratik / PRD Sulut. Diskusi ini, dilaksanakan di salah Rumah Makan di kawasan Manado Beach Walk (MBW) 2 pada hari Rabu (10/09/26), malam. Pertemuan yang diiringi dengan makan malam ini, menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah pusat dan kelompok masyarakat sipil di Sulawesi Utara.

Tampak hadir para aktivis senior LMND/PRD Dalam diskusi tersebut adalah, Eka Dhamrma Kurniawan (Ances), Jimmy Tindi, Katrin, Richard Sanger, Mahasiswa serta beberapa aktivis, LSM pegiat HAM lainnya di Sulut. Turut mendampingi pimpinan Kanwil HAM Sulut.
Topik diskusi dibicarakan terkait berbagai isu penanganan HAM di Sulut yang menjadi sorotan. Para aktivis LMND/PRD menyampaikan catatan terkait kebebasan berpendapat, hak buruh, perlindungan petani dan nelayan, serta pemenuhan hak kelompok rentan, serta pengawasan program MBG.
Wamen HAM Mugiyanto Sipin mengapresiasi masukan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan siap bersinergi dengan aktivis untuk memastikan pemenuhan HAM di daerah berjalan optimal.
“Kami datang untuk mendengar. Negara tidak boleh alergi terhadap kritik. Justru aktivis adalah mitra strategis pemerintah dalam mengawal isu HAM agar tidak ada warga yang tertinggal,” ujar Wamen Mugiyanto yang juga mantan aktivis PRD.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Mugiyanto menyampaikan kerja – kerja dari Kemen HAM RI, yakni membuat kebijakan, memperkuat kinerja aparatur negara tentang HAM, dan memperkuat serta memperdalam tentang HAM kepada pelaku usaha dan hak pekerja. ” jadi salah satu tujuan kunjungan kami kesini adalah memperkuat kerja aparatur pemerintah Provinsi Sulut tentang penanganan HAM,” sebut Wamen Mugiyanto yang juga pernah menjadi korban penculikan aktivis masa orde baru.
Selain penguatan aparatur, Ia juga akan melakukan peninjauan pembuatan dan penyaluran Makan Bergisi Gratis (MBG).” Karena saat ini MBG lagi dalam sorotan terkait kasus keracunan yang terjadi saat ini,” ungkap Wamen.
Sementara itu, Eka Dharma Kurniawan atau bung Ances, salah satu aktivis senior LMND/PRD, menyampaikan harapannya, agar pemerintah pusat tidak hanya mendengar tapi juga menindaklanjuti terkait penanganan persoalan HAM di daerah.
“Pemerintah harus hadir ditengah masyarakat. HAM harus dirasakan langsung oleh rakyat.” Terang Ances.
Diketahui, kunjungan kerja Wamen HAM Mugiyanto di Sulut, sampai pada hari sabtu (1309/26). (dfy)







