MANADO , BAS – Kegiatan Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang digagas oleh Panitia Sannipata Waisak
2570BE/2026, berjalan dengan baik dan berlangsung sukses. Baksos ini dilaksanakan di Aula Gereja GMIM Maranatha Papindang Manado Tua dan kelurahan Bunaken, jumat (21/05/26).
Atas suksesnya kegiatan ini, Ketua Panitia Sannipata Waisak 2026 Reynold mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua panitia dan masyarakat. “Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, penghormatan setinggi tingginya kepada para Buddha, Bodhisatva, Dharmaphala, Mahaguru dan Para Dewata, kami segenap Panitia Sannipata Waisak, gabungan seluruh umat dan majelis Buddha Sulawesi Utara menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Raya Waisak 2570 BE yang dilaksanakan pada hari , Jumat, 22 Mei 2026, di Pulau Manado Tua dan Pulau Bunaken,” ucap Reynold.

Lanjutnya, Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, lancar, dan penuh kebersamaan berkat dukungan dari seluruh sponsor, pemerintah setempat, anggota panitia, relawan, tim support kesehatan dari Mikeda Klinik, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan tenaga, waktu, pikiran, dan perhatian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Adapun bantuan sosial yang telah berhasil disalurkan dalam kegiatan ini antara lain:
• Bantuan pemasangan meter listrik untuk pompa air
• Penyaluran penampungan air bersih berupa 3 set tangki tandon kapasitas 5500 liter beserta instalasinya
• Penyaluran sembako berupa 350 sak beras, Minyak, Gula dan Telur.
• Penyaluran kasur dan keramik untuk kuburan
• Perbaikan atap rumah warga yang bocor
• Pemberian tongkat tunanetra dan tongkat bantu bagi orang tua lanjut usia.

Reynold menjelaskan lagi, untuk selanjutnya mereka akan mengadakan kegiatan bakti sosial di Panti Werdha Tomohon, mohon dukungan doa untuk panitia agar dapat melaksanakannya dengan baik dan sukses.
“Semoga seluruh kebajikan yang telah dilakukan bersama ini menjadi ladang pahala, membawa manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjadi wujud nyata semangat cinta kasih, kepedulian, dan persaudaraan dalam ajaran Buddha,” tuturnya.

“Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan ataupun hal-hal yang kurang berkenan. Kiranya semangat kebersamaan dan pelayanan sosial ini dapat terus terjalin di masa mendatang,” terangnya.
Reynold menutup dengan salam “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia Namo Buddhaya. (dfy)










