Dialog BKSAUA dan Pemkot Manado :  Pentingnya Tokoh Agama Dalam Keterlibatan Penyelesaian Masalah Kantibmas

MANADO , BAS – Pemerintah Kota Manado, lewat  Pj. Sekretaris Daerah Dr. Steven Dandel memberikan apresiasi atas inisiatif BKSAUA yang terus aktif mengorganisir pertemuan lintas sektoral.

Dandel menyampaikan soal fenomena sosial belakangan ini, seperti maraknya anak-anak menjadi badut jalanan atau pengemis di lampu lalu lintas, yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit.

“Anak-anak ini terpaksa mencari nafkah, sementara orang tuanya tidak bekerja. Ini eksploitasi terselubung yang harus kita tangani bersama. Kami sudah instruksikan kepada Bakesra agar mengidentifikasi anak-anak ini, afiliasi ke rumah ibadah mana, dan siapa tokoh agama yang bisa membina mereka,” ujarnya.

“Kondusivitas harus dijaga. Karena kalau tidak, maka pertumbuhan ekonomi pun akan terganggu. Kami minta agar semua pihak, termasuk tokoh agama, turut serta dalam pembinaan sosial masyarakat,” jelas Dandel.

Sekda Dandel pun menyampaikan pesan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, tentang sangat pentingnya keterlibatan tokoh agama dalam menyelesaikan persoalan sosial dan kriminalitas.

“Setiap pelaku kriminal, kami minta dilacak, mereka ini terhubung dengan rumah ibadah mana? Supaya pendekatannya bukan cuma hukum, tapi juga pembinaan sosial dan keagamaan,” terangnya.

Diketahui, Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado kembali menggelar kegiatan tatap muka triwulan bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Wanea dan menjadi pertemuan ke-6 dari total 11 kecamatan yang akan disambangi dalam tahun 2025.

Pada kesempatan itu, Ketua BKSAUA Kota Manado, Pdt. Judi Tunari, M.Th, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran berbagai elemen, mulai dari perwakilan Pemerintah Kota Manado, jajaran Polresta Manado, Kodim 1309/Manado, hingga para tokoh agama lintas iman.

“Kegiatan ini penting karena mengingatkan kembali akan tugas dan tanggung jawab kita semua, khususnya para tokoh agama, untuk tetap mengawal dan menjaga toleransi serta kerukunan di Kota Manado,” terang Pdt Tunari. (BAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *