MANADO ,BAS – Upaya dan komitmen kuat Pemerintah Kota Manado dalam menarik minat baca bagi kalangan anak muda patut diberi apresiasi.
Salah satu program yang sementara intens dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Manado adalah kegiatan Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Selasa (29/7/2025).
Menurut Kepala Dinas, Myske Rumondor, sosialisasi ini bukan hanya rutinitas seremonial, tapi langkah nyata membentuk kebiasaan baru: membaca buku daripada terlalu asyik dengan gadget.
“Gadget kalau tidak ada paket atau jaringan, ya tidak bisa dipakai baca. Tapi buku? Tinggal ambil dan baca, tanpa batasan,” kata Kadis Myske didampingi Kabid Jonly Kasenda.

Ia menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan membaca sejak dini.
Ia mengajak semua profesi dan kalangan untuk menjadikan membaca sebagai gaya hidup.
“Sekarang anak-anak lebih tertarik buka gadget. Nah, tugas kita arahkan kembali ke buku. Semua orang butuh membaca, bukan cuma pelajar,” tukasnya.
Dinas Perpustakaan pun mendukung wacana menjadikan Manado sebagai Kota Literasi, namun menurut Myske, itu harus dimulai dengan menumbuhkan kebiasaan membaca dari akar dari sekolah hingga lingkungan masyarakat.
Ia juga mendorong optimalisasi kembali Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang sempat aktif beberapa tahun lalu ada program pendidikan Paket A, B, dan C bisa dihidupkan lagi melalui kolaborasi lintas dinas.
“Kami siap sediakan bahan bacaan sesuai kebutuhan masyarakat. Tinggal datang ke perpustakaan kota, dan manfaatkan fasilitas yang ada,” jelasnya.
“Lewat sosialisasi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Manado menegaskan bahwa literasi bukan sekadar teori, tapi harus jadi gerakan nyata di tengah masyarakat,” terang Rumondor.
Diketahui, Kegiatan ini dibuka oleh Asisten III Setda Kota Manado, Donald Supit, SH MH. Sebagai peserta, diikuti berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar SD-SMP hingga perwakilan kelurahan dan rumah ibadah penerima bantuan buku dari Perpustakaan Nasional.
(BAS)













