MANADO, BAS – Program Registrasi dan Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui pendaftaran Portal Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digelar Pemerintah Kota Manado di Kelurahan Sario Kota Baru, Kecamatan Sario, mendapat sambutan positif dari warga. Aksi jemput bola yang dilakukan Pemkot Manado ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu, lansia, dan penyandang disabilitas.
Sejak pagi, ratusan warga terlihat antusias mendatangi lokasi pendaftaran yang dipusatkan di Kantor Lurah Sario Kota Baru, Kamis, (22/10/26). Petugas dari Dinas Sosial Kota Manado, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Dinas Komunikasi dan Informasi, bersama pemerintah kelurahan tampak sigap membantu warga melakukan pendataan, verifikasi, dan pendaftaran ke dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Salah seorang warga Sario kotabaru, Noldy Merentek, mengaku sangat terbantu dengan adanya program jemput bola ini. Menurutnya, selama ini ia bingung harus mengurus ke mana agar bisa terdata sebagai penerima bantuan sosial.
“Sangat terbantu sekali. Kami tidak perlu jauh-jauh ke kantor Dinas Sosial. Petugas yang datang langsung ke kelurahan. Pelayanannya juga ramah, kami dibantu sampai selesai. Terima kasih Pemkot Manado, terima kasih Pak Wali Kota,” ucap Noldy Merentek dengan wajah bahagia.
Pada kesempatan itu, Lurah Sario Kota Baru, Gisella Yesica Sinaga, S.STP, menjelaskan, kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Manado Andrei Angouw untuk memastikan tidak ada warga miskin di Kota Manado yang terlewat dan tidak terdata dalam program Perlinsos.
“Setiap Ketua lingkungan harus jemput bola untuk mendata warga. Sampai saat ini yang terdata sekitar 297 KK. Kelurahan Sario kotabaru, masuk ketiga tertinggi pencapaiannya pendaftaran Perlinsos di Kecamatan Sario.” Ucap Lurah Gisella.
Lanjutnya, untuk pendataan Perlinsos ini, semua warga diwajibkan mendaftar. Tidak terbatas pada warga yang menerima bantuan sosial atau calon penerima bansos saja.
” jadi Kami pastikan tidak boleh ada warga Sario Kota Baru yang tertinggal dalam pendaftaran Perlinsos, semuanya harus mendaftar.” jelas Lurah Gisella.
Dia juga menjelaskan, kota Manado menjadi pilot projek dalam pendataan Perlinsos. “Pemerintah kota Manado menggenjot pendaftaran Perlinsos sampai akhir tahun 2026,” sebutnya.
Pada kesempatan itu, Lurah Gisela menghimbau agar warga mendukung program pemerintah.karena setiap program itu tujuannya untuk kebaikan dan kesejahteraan warga.
” kami pastikan seluruh warga Sario Kota baru yang masuk kategori miskin, kurang mampu akan terdata, dan akan mendapat bantuan yang tepat sasaran.” Pungkas Lurah yang dekat dengan warga Sario kota baru.
Program Perlinsos ini sendiri bertujuan untuk memutakhirkan data kemiskinan agar penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun daerah bisa lebih tepat sasaran, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Manado. (dfy)







