MANADO , BAS – Ditengah derasnya arus globalisasi dan masuknya budaya luar di
Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang selama ini dikenal luas sebagai “laboratorium toleransi” di Indonesia.
Organisasi adat Minahasa “Waraney Tanah Toar Lumimuut” mengajak masyarakat Sulut untuk mempertahankan predikat membanggakan tersebut.
Melalui Sekretaris Organisasi Waraney Tanah Toar Lumimuut, Frangky S Longdong, Ia meminta seluruh elemen masyarakat kembali untuk memperkuat sinergi dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta kerukunan antar-umat beragama di Bumi Nyiur Melambai.
“Falsafah hidup “Sitou Timou Tumou Tou” dan “Torang Samua Basudara” yang telah lama mengakar diharapkan tidak sekadar menjadi semboyan, melainkan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Longdong, Minggu (23/Agustus/ 2026).
Dia menyatakan, di tengah pesatnya arus informasi digital, masyarakat diimbau agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu provokatif, ujaran kebencian, maupun berita bohong (hoaks) yang berpotensi memecah belah persaudaraan.
Selain fokus pada toleransi beragama, Frangky Longdong, juga menekankan pentingnya mencegah berbagai potensi gangguan keamanan di tingkat akar rumput, seperti perkelahian antar-kampung (tarkam) maupun aksi main hakim sendiri.
“Masyarakat diajak untuk selalu mengedepankan asas musyawarah, gotong royong, dan kepala dingin dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ujar Longdong.
Lebih jauh dia mengatakan, Menjaga stabilitas dan keamanan wilayah ditegaskan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum dan kepolisian semata, melainkan membutuhkan peran aktif dan kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat. Jika lingkungan aman dan warga saling mengasihi, aktivitas roda perekonomian dan sosial dapat berjalan dengan lancar.
“Melalui sinergi yang kuat antara tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda, dan aparat keamanan, Sulawesi Utara diyakini akan terus berdiri kokoh sebagai rumah yang aman, nyaman, dan damai bagi siapa saja. Perbedaan keyakinan akan terus menjadi warna yang memperindah jalinan persaudaraan,” Pungkas Londong.
Diketahui, Organisasi Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut, adalah organisasi yang konsern terhadap pelestarian dalam menjaga adat, nilai dan budaya tanah Minahasa. ( BAS)







